Home / Kegiatan / Pengalaman Migrasi Linux di Call Center Reservasi Tiket Travel dengan Ubuntu

Pengalaman Migrasi Linux di Call Center Reservasi Tiket Travel dengan Ubuntu

Migrasi Linux merupakan kegiatan mengkampanyekan dan memigrasikan sistem operasi proprietary ke sitem operasi bebas seperti Ubuntu.

Seperti halnya pengalaman yang dimiliki oleh Bapak Firman Taruna Nugraha yang telah memigrasikan sistem operasi Windows ke sistem Ubuntu. Berikut cerita pengalaman yang beliau kirimkan pada 06 April 2017.

Ane bekerja di sebuah Perusahaan yang bergerak di bidang jasa transportasi di Purwokerto, Jawa Tengah sebagai Senior IT Programmer. Sebenernya bukan kerjaan ane untuk mengurus OS karena itu sebenarnya lebih ke job desc IT Support.

Sebelumnya nggak pernah kepikiran buat replace Windows dengan GNU/Linux. Kebanyakan sistem Windows yang dipakai adalah bajakan. Karena ane sibuk develope sistem reservasi berbasis web full stack dari nol dan udah berjalan hampir 1 tahun. Jadi waktu pun tersita oleh pekerjaan tersebut. Sekarang juga sistem masih terus ane kembangkan sambil digunakan.

Pada tanggal 31 Maret 2017, Call Center Reservasi Tiket Travel Cabang Purwokerto yang tadinya satu kantor dengan Head Office (HO) dipisah atau pindah ke kantor baru. Singkatnya, di Head Office masih disisakan karyawan Cabang. Untuk melayani pelanggan yang kemungkinan besar masih datang ke kantor lama (HO).

Karena semua printer (Epson L220 & Epson TM-T82 Thermal) dibawa ke kantor Cabang baru. Maka di HO pake printer cadangan yang udah usang (Canon IP2770 & Epson TM-U220 yang masih pake ribbon). Rekan kerja ane yang IT Support kewalahan. Beberapa kali harus konfigurasi ulang untuk server printernya, dan harus install drivernya satu-satu.

Nah disini permasalahannya. Driver printer Epson TM-U220 sangat susah diinstall di Windows 10 up to date. Selagi temen ane pusing meng-konfigurasi server printer. Ane inisiatif bikin remasteran Ubuntu yang terinstall di PC ane.

Nggak sampe 2 jam, Custom Live CD Ubuntu 16.04.2 siap didistribusikan. Ane langsung take over kerjaan IT Support di HO. Ane suruh temen ane itu ke kantor baru yang masih belum bener masalah jaringan dan komputernya biar bagi-bagi tugas. Ada total 4 PC, 3 PC ane install ubuntu yang lamanya nggak sampe sejam.

Satu PC ane konfig sebagai server printer agar share komputer lain di jaringan yang sama nggak sampe 5 menit. Komputer lain yang sama-sama Ubuntu otomatis mendeteksi printer. Kecuali 1 PC yang masih Windows sama sekali gak bisa karena kendala driver. Ane ngga berani replace karena ada banyak data penting yang harus dipindah ke harrdisk external. Tapi nggak masalah karena 3 PC dipakai oleh Call Center termasuk yang Windows yang nggak perlu cetak-cetak tiket.

Komputer server printer (dipake sama Call Center)
Komputer server printer (dipake sama Call Center)

Sampai disini, keadaan aman terkendali walaupun sempet dimarahin supir karena menunggu cetak SPJ & Tiket yang udah ngantri dari tadi. Jam udah menunjukkan pukul 21:00. Tiba-tiba temen ane yang IT Support nelpon ane, ternyata di kantor Cabang yang baru. Dia nyerah mengkonfigurasi printer Thermal Epson TM-T82 di Windows 10 yang paling up to date. Ternyata di Cabang baru komputernya nggak ada port LPT (komputer baru rata-rata nggak ada).

 Komputer Cabang untuk menerima pelanggan yang datang langsung
Komputer Cabang untuk menerima pelanggan yang datang langsung

Ane langsung bergegas ke kantor Cabang yang baru, ada 2 PC ane replace semua pake Ubuntu, nggak sampe 1 jam semua beres. Akhirnya tepat jam 22:00 kita berdua bisa pulang dengan tenang.

Sampai hari ini, nggak ada masalah, cuma ada 1 yang ditanyakan sama CS yaitu password login saja, itu sudah. Bahkan ada yang bilang, tampilannya bagus ini, jadi cepet loadingnya. Dengan demikian maka ane ngajuin agar semua komputer Cabang yang pake windows bajakan agar diganti dengan Ubuntu, dan sudah disetujui oleh atasan.

Akhirnya semua masalah terselesaikan, nggak ada kekhawatiran masalah virus, lisensi legal dan lebih barokah, happy ending 😀 .

Dari pengalaman yang diberikan bapak Firman di atas. Tim Migrasi Linux mengucapkan terima kasih telah memberikan informasi terkait kegiatannya memigrasikan sistem operasi ke sistem GNU/Linux. Hal seperti ini diharapkan tumbuh lagi dan berkembang di berbagai bidang lainnya.

Tentang Wahyu Setiyono

Pemuda yang lagi ngebet gawean disambi ngopi dan belajar menulis.

Periksa Juga

tiOS

tiOS Karya Siswa SMK Tarbiyatul Islam Kawunganten – Cilacap

Narasumber Samsul Ma’arif / SMK Tarbiyatul Islam Kawunganten. Kemandirian para siswa di sekolah patut diperthitungkan. …