Home / Tutorial / Membiasakan Diri dengan File Manager

Membiasakan Diri dengan File Manager

Salah satu perangkat lunak yang sangat penting dalam semua sistem operasi berbasis grafis (graphical user interface) dan untuk mendukung penggunaan sistem operasi adalah managemen berkas (file manager).

file manager
file manager nautilus di GNU/Linux

Pada GNU/Linux, terdapat banyak perangkat lunak managemen berkas seperti nautilus, thunar, dolphin, dan yang lain. Kamu dapat melihat jenis-jenis, kelebihan, dan tampilan yang menurut kamu menarik dan nyaman untuk digunakan pada artikel

Kenalan dengan File Manager di GNU/Linux

Fungsi File Manager.

Ada beberapa fungsi yang dapat kamu lakukan dengan file manager seperti :

  1. Membuat dan menghapus berkas
  2. Membuat dan menghapus direktori
  3. Menyalin dan memindahkan berkas ke media penyimpanan lain.

Hubungan Pembagian Partisi dan File Manager

Kamu harus tau hubungan partisi yang kamu buat dengan file manager atau yang lebih tepatnya lokasi home folder user kamu. Saya menggunakan sistem operasi ubuntu 16.04 untuk membuat tutorial ini. Jadi saya akan membicarakannya dari sudut pandang saya.

Home folder adalah sebuah direktori yang khusus di buat untuk menyimpan data-data pribadi kamu seperti dokumen-dokumen, musik, video, dan gambar. Jadi kamu tidak perlu repot lagi membuat direktori untuk masing-masing jenis data kamu.

Memahami Partisi Home

Saat kamu melakukan instalasi sistem operasi GNU/Linux, kebanyakan wizard akan membuat dua user yaitu user root dan user kamu sendiri (kamu yang menentukan namanya).

Kedua user ini mempunyai home foldernya sendiri. Tapi saat pertama kali kamu masuk ke desktop, kamu akan masuk sebagai user kamu sendiri (bukan user root) dan saat kamu membuka file manager kamu akan diarahkan ke home direktori user kamu.

home folder
home folder

Lalu apa hubungannya? saat melakukan instalasi sistem operasi GNU/Linux saya menyarankan untuk membuat 3 partisi :

  1. Partisi system (/) yang digunakan untuk menyimpan sistem operasi kamu dan sebagai home folder dari user root.
  2. Partisi home (/home) yang digunakan khusus sebagai home folder dari user yang kamu buat.
  3. Partisi swap

Jadi jika kamu menyimpan sebuah data pada file manager. data kamu akan otomatis tersimpan di partisi home dan tidak perlu takut lagi jika sistem operasi kamu rusak, karena data kamu sudah berbeda partisi dengan sistem operasinya.

Perbedaan dengan Windows

Pada sistem operasi windows direktori dokumen,download,dsb (agak lupa) terletak pada partisi c yang merupakan tempat tersimpannya sistem operasi. Jika kamu menyimpan pada direktori tersebut dan sistem operasi kamu bermasalah data kamu akan hilang. Solusinya adalah kamu harus membuat partisi baru (hm jadi berantakan).

Tapi pada GNU/Linux, kamu tinggal membuat partisi home dan kamu dapat menyimpan data kamu sesuai kategori pada file manager tanpa perlu takut jika sistem operasinya bermasalah.

Berikut merupakan video yang saya buat menggunakan kazam. Semoga membantu kamu yang belum terbiasa dengan file manager di GNU/Linux.

Tentang zufar dhiyaulhaq

Zufar Dhiyaulhaq, merupakan seseorang yang tertarik dengan jaringan komputer dan juga telekomunikasi.

Periksa Juga

Cara Mengatur Halaman Dokumen

Seri LibreOffice Writer: Cara Mengatur Halaman Dokumen

Pada saat membuat dokumen tentunya akan mengatur segala sesuatunya seperti halaman dokumen. Pengaturan halaman dokumen …